MAHAKARTA

MAHAKARTA

Kamis, 06 November 2014

GALERY MENWA UMBY

SETIAP kampus biasanya memiliki resimen mahasiswa (menwa): salah satu unit kegiatan mahasiswa (UKM) yang menjadi sarana pengembangan diri, perluasan wawasan dan peningkatan keikutsertaan dalam bela negara.
Tujuan pembentukan menwa tentu mulia. Antara lain sebagai wadah penyaluran potensi mahasiswa untuk mewujudkan hak dan kewajiban warga negara dalam bela negara. Juga menyiapkan mahasiswa agar memiliki disiplin, pengetahuan, fisik dan mental yang prima.
 MENWA UMBY

 MENWA UMBY
 MENWA UMBY
UMBY BERSAMA REKTOR KODIM DAN PUSAT STUDI PANCASILA

ALUMNI MENWA YANG SUKSES DAN TERKENAL

Alumni Menwa yang Terkenal

  • Menwa Universitas Indonesia
    • Chandra Hamzah
    • DR. Sri Mulyani Indrawati
    • Ismeth Abdullah
    • Prof. Juwono Sudarsono
    • Prof. Rhenald Kasali
    • Dr. Salim Said
    • Dr. Burhan Magenda
  • Menwa Universitas Negeri Jakarta
    • Prof. Dr. Thamrin Abdullah, M.Pd
    • Dr. Karnadi, M.Si
    • Dr. Sofyan Hanif, M.Pd
    • Dr. Ratiyono, MMSi
    • Dr. Icu Zukafril, MM (Staf Khusus Menpan & RB RI)
    • Kol. Inf. Rahman Riyanto, M.Si (Ketum INKAI Prov. Jabar)
    • Fahmi Fahrezi (Instruktur senam aerobik nasional)
    • Raden Umar (Asops Menwa Indonesia)
  • Menwa Universitas Islam Negeri Jakarta
    • Prof. Dr. Badri Yatim, MA
    • Prof. Dr. Aminuddin Arsyad, MA
  • Menwa Universitas Jayabaya Jakarta
    • Dr. H. MS Ka'ban Ketua Umum DPN IARMI (Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia)
    • Bursah Zarnubi (Ketum PBR)
    • Eggy Sudjana, SH
    • Aryadi Ahmad
    • Darul Siska
    • Brigjend Pol Basariah Panjaitan
  • Menwa Universitas Kristen Indonesia
    • Agung Laksono(Menko kesra)
    • Yapto Suryosoemarno
    • Irman Gusman (Ketua DPD RI)
    • Chairil Adjis
    • Hotma Sitompul
  • Menwa Institut Saint & Teknologi Nasional Jakarta
  • Menwa Mahawarman Batalyon I/ITB
    • Arifin Panigoro
    • Budiono Kartohadiprojo
    • Fadel Muhammad
    • Harjanto Dhanutirto
    • Rama Royani
    • Tjipto Soekardhono
  • Menwa Mahawarman Batalyon II/Unpad
    • Nugraha Besoes
    • Prof. H. Himendra W, dr, SpAn, KIC
    • Yusuf Anwar
    • Prof. Dr. Nasrullah Natsir
  • Menwa Mahawarman Batalyon III / UNPAR
    • Dr. Dadang Solihin, SE, MA
    • Maruarar Sirait, S.IP.
    • Brigjen (Purn) Prof. Dr. Soedjono Dirjosisworo
    • Aria Baron Suprayogi
    • H. Djoni W. Aluwi, SH.
  • Menwa Mahawarman Batalyon IV Kie A/Universitas Kristen Maranatha
    • Muliawan Margadana
  • Menwa Mahawarman Batalyon VI Akademi Teknik Jenderal Achmad Yani
    • Abdullah Gymnastiar AA Gym
    • Menwa Mahawarman Batalyon VI Akademi Teknologi Mandala
    • Asmuransyah.Am
  • Menwa Mahawarman Batalyon VII/Suryakancana Kompi A/IPB
    • Prof. Dr. Ir. Irawadi Djamaran
    • Prof. Dr. Ir. Bunasor Sanim
    • Prof. Dr. Ir. Hasjim Bintoro, M.Agr
  • Menwa Universitas Diponegoro
  • Menwa Universitas Brawijaya
    • Prof. Ir. Syamsul Bahri, MS
  • Menwa Universitas Riau
    • H. M. Rusli Zainal, MM
  • Menwa Mahawarman APDN
    • Drs. H. Diani Budiarto, M.Si (Walikota Bogor)
  • Menwa Maharuyung (Sumatera Barat)
    • Dr. H. Shofwan Karim Elha,MA (Rektor UMSB, Sumbar)
    • Prof. Dr. H. Maidir Harun (Rektor IAIN "IB" Padang)
    • Prof. Dr. H. Armai Arief,MA (Ketua Umum Ikatan Dosen Indonesia)
    • Prof. Dr. Phil. Yanuar Kiram (Rektor UNP/IKIP Padang)
    • Basril Jabar (CEO Media Harian Singgalang)
    • Dr. H. Suhatmasyah IS (Sahli Mendagri RI)
    • Letkol.L.(Purn). Dr.H. Fauzi Bahar,M.Si (Walikota Padang)
    • Dr. H. Syahrial Bachtiar,M.Pd (Purek III UNP)
    • Dasril (Aspers Konas Menwa Indonesia / Eks. Kasmen Maharuyung)
  • Menwa Wolter Mongisidi (Sulawesi Selatan)
    • Rudi Rahmat (Satuan 701 Universitas Hasanuddin)
  • Politisi
    • Maruarar Sirait
    • H. Soetan Bhatoegana
    • Abdullah Puteh
    • Gamawan Fauzie
    • Patrialis Akbar (Menkumham RI KIB-II 2009-2011)
    • Taufik Kurniawan PAN
    • Ready Priambada Hanura
    • Eriko Sutarduga PDIP
    • Ade Surapriyatna Golkar
    • Zulvan Lindan Nasdem
  • Artis
    • Sigit Purnomo Pasha Ungu
    • Bemby Putuanda
    • Aria Baron Suprayogi
    • Lukman Sardi
    • Neno Warisman



    •  UMBY
UMBY
UMBY
  • Birokrat
    • Fauzi Bowo (Gubernur DKI Jakarta Ke-16 2007-2012)
    • Kornelis Gubernur KalBar
    • Teras Narang Gub Kalteng
    • Soekarwo Gub Jatim
    • Hasan Basri Agus Gub Jambi
    • I Ketut Sudikerta Wagub Bali
    •  
    •  
    UMBY
     

MENWA UMBY ADAKAN SEMINAR REGIONAL WAWASAN KEBANGSAAN

Wawasan kebangsaan lahir ketika bangsa Indonesia berjuang membebaskan diri dari segala bentuk penjajahan, seperti penjajahan oleh Portugis, Belanda, Inggris, dan Jepang. Perjuangan bangsa Indonesia yang waktu itu masih bersifat lokal ternyata tidak membawa hasil, karena belum adanya persatuan dan kesatuan, sedangkan di sisi lain kaum colonial terus menggunakan politik “devide et impera”. Kendati demikian, catatan sejarah perlawanan para pahlawan itu telah membuktikan kepada kita tentang semangat perjuangan bangsa Indonesia yang tidak pernah padam dalam usaha mengusir penjajah dari Nusantara.
Dalam perkembangan berikutnya, muncul kesadaran bahwa perjuangan yang bersifat nasional, yakni perjuangan yang berlandaskan persatuan dan kesatuan dari seluruh bangsa Indonesia akan mempunyai kekuatan yang nyata.
Kesadaran tersebut kemudian mendapatkan bentuk dengan lahirnya pergerakan Budi Utomo pada tanggal 20 Mei 1908 yang merupakan tonggak awal sejarah perjuangan bangsa yang bersifat nasional itu, yang kemudian disusul dengan lahirnya gerakan-gerakan kebangsaan di bidang politik, ekonomi/perdagangan, pendidikan, kesenian, pers dan kewanitaan.
Tekad perjuangan itu lebih tegas lagi dengan Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 dengan ikrar “Satu Nusa, Satu Bangsa, dan menjunjung tinggi bahasa persatuan bahasa Indonesia”.
Wawasan kebangsaan tersebut kemudian mencapai satu tonggak sejarah, bersatu padu memproklamasikan kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945.
Dalam perjalanan sejarah itu telah timbul pula gagasan, sikap, dan tekad yang bersumber dari nilai-nilai budaya bangsa serta disemangati oleh cita-cita moral rakyat yang luhur. Sikap dan tekad itu adalah pengejawantahan dari satu Wawasan Kebangsaan.

Sabtu, 27 September 2014

Nama-nama Skomen (Menwa di Tingkat Provinsi) di Republik Indonesia

Nama Skomen (Menwa di Tingkat Provinsi) di Republik Indonesia



  • Resimen Mahasiswa Darussalam (Men Mahadasa)Prov. Aceh
  • Resimen Mahasiswa Sumatera Utara (Men Mahatara) Prov. Sumatera Utara
  • Resimen Mahasiswa Pagaruyung (Men Maharuyung) Prov. Sumatera Barat
  • Resimen Mahasiswa Indra Pahlawan Prov. Riau
  • Resimen Mahasiswa Bahari (Men Mahabahari)Prov.Riau Kepulauan
  • Resimen Mahasiswa Dwi Yudha (Men Mahadwiyudha)Prov.[Bengkulu]]
  • Resimen Mahasiswa Sultan Taha Prov. Jambi
  • Resimen Mahasiswa Sriwijya (Men Mahawijaya) Prov. Sumatera Selatan
  • Resimen Mahasiswa Raden Intan (Men Maharatan) Prov. Lampung
  • Resimen Mahasiswa Jayakarta (Men Jayakarta) DKI Jakarta
  • Resimen Mahasiswa Mahawarman (Men Mahawarman) Prov. Jawa Barat
  • Resimen Mahasiswa Banten (Men Mahabanten) Prov. Banten
  • Resimen Mahasiswa Mahadipa (Men Mahadipa) Prov. Jawa Tengah
  • Resimen Mahasiswa Yogyakarta (Men Mahakarta) Daerah Istimewa Yogyakarta
  • Resimen Mahasiswa Mahasurya (Men Mahasurya)Prov. Jawa Timur
  • Resimen Mahasiswa Ugracena (Men Ugracena) Prov. Bali
  • Resimen Mahasiswa Tanjungpura (Men Mahapura) Prov. Kaliomantan Barat
  • Resimen Mahasiswa Palangkaraya (Men Maharaya) Prov. Kalimantan Tengah
  • Resimen Mahasiswa Suryanata (Men Mahanata) Prov. Kalimantan Selatan
  • Resimen Mahasiswa Mulawarman (Men Mulawarman) Prov. Kalimanan Timur
  • Resimen Mahasiswa Sam Ratulangi (Men Mahasamra) Prov. Sulawesi Utara dan Prov.Gorontalo
  • Resimen Mahasiswa Pawana Çakti (Men Mahapati) Prov. Sulawesi Tengah
  • Resimen Mahasiswa Wolter Monginsidi (Men Wolter Monginsidi) Prov. Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat
  • Resimen Mahasiswa Halu Oleo (Men Mahaleo)Prov. Sulawesi Tenggara
  • Resimen Mahasiswa Maluku (Men Mahamaku)Prov.Maluku dan Maluku Utara
  • Resimen Mahasiswa Cendrawasih (Men MahaCandra)Prov. Papua
  • Resimen Mahasiswa Wira Dharma (Men MahaDharma, eks Prov. Timor Timur, sampai 10 Oktober 2004 belum dibubarkan)
  • Resimen Mahasiswa Nusa Cendana (Men Mahadana) Prov. Nusa Tenggara Timur
  • Resimen Mahasiswa Rinjani (Men Mahajani) Prov. Nusa Tenggara Barat
  • Resimen Mahasiswa Rimba Raya Prov. Gorontalo
  •  
  • by Ryant
  •  

Panca Dharma Satya Resimen Mahasiswa Indonesia

Panca Dharma Satya Resimen Mahasiswa Indonesia   :
1. Kami adalah mahasiswa warga Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila.
2. Kami adalah mahasiswa yang sadar akan tanggung jawab serta kehormatan akan pembelaan negara dan tidak kenal menyerah.
3. Kami Putra Indonesia yang berjiwa ksatria dan bertakwa kepada Tuhan Yang Mahaesa serta membela kejujuran, kebenaran dan keadilan.
4. Kami adalah mahasiswa yang menjunjung tinggi nama dan kehormatan Garba Ilmiah dan sadar akan hari depan Bangsa dan Negara.
5. Kami adalah mahasiswa yang memegang teguh disiplin lahir dan batin, percaya pada diri sendiri dan mengutamakan kepentingan Nasional di atas kepentingan pribadi mau pun golongan.
BY Ryant
umby

TUGAS POKOK MENWA

PENGERTIAN RESIMEN MAHASISWA INDONESIA
Resimen Mahasiswa Indonesia adalah:
1. Sebagai wadah, yang merupakan sarana pengembangan diri mahasiswa ke arah perluasan wawasan dan peningkatan keikutsertaan dalam upaya bela negara dan penguatan ketahanan nasional.
2. Sebagai perorangan, yang merupakan mahasiswa terlatih olah keprajuritan yang telah mengikuti latihan dasar Resimen Mahasiswa Indonesia dan menjadi bagian dari komponen pertahanan negara.
3. Sebagai organisasi, yang merupakan pusat aktifitas anggota Resimen Mahasiswa Indonesia yang terdiri dari tingkat Nasional, tingkat provinsi dan tingkat kabupaten/kota serta di Perguruan tinggi.
TUJUAN RESIMEN MAHASISWA INDONESIA

Tujuan Resimen Mahasiswa Indonesia adalah:
1. Mempersiapkan mahasiswa yang memiliki pengetahuan, sikap disiplin, fisik dan mental serta berwawasan kebangsaan agar mampu melaksanakan tugas Tri Dharma Perguruan Tinggi dan menanamkan dasar-dasar kepemimpinan dengan tetap mengacu pada tujuan pendidikan nasional.
2. Sebagai wadah penyaluran potensi mahasiswa dalam rangka mewujudkan hak dan kewajiban warga Negara dalam Bela Negara.
3. Mempersiapkan potensi mahasiswa sebagai bagian dari potensi rakyat dalam Sistem Pertahanan Rakyat Semesta (SISHANRATA).
TUGAS POKOK & FUNGSI MENWA
TUGAS POKOK RESIMEN MAHASISWA INDONESIA

Tugas pokok Resimen Mahasiswa Indonesia meliputi:
1. Melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi serta membantu terlaksananya kegiatan dan program lainnya di Perguruan Tinggi.
2. Merencanakan, mempersiapkan dan menyusun seluruh potensi mahasiswa untuk memantapkan ketahanan nasional, dengan melaksanakan usaha dan atau kegiatan bela negara.
3. Membantu terwujudnya penyelenggaraan fungsi perlindungan masyarakat (LINMAS), khususnya Penanggulangan Bencana dan Pengungsi (PBP)
4. Membantu terlaksananya kesadaran bela negara dan wawasan kebangsaan dalam organisasi kepemudaan.

FUNGSI RESIMEN MAHASISWA INDONESIA

Resimen Mahasiswa Indonesia mempunyai fungsi:
1. Melaksanakan pembinaan anggota Resimen Mahasiswa Indonesia di Perguruan Tinggi untuk meningkatkan kemampuan dalam bidang akademik.
2. Melaksanakan pemeliharaan dan pemberdayaan serta peningkatan kemampuan baik perorangan maupun satuan di bidang Bela Negara.
3. Melaksanakan pembinaan disiplin anggota Resimen Mahasiswa Indonesia, baik sebagai mahasiswa maupun warga masyarakat.
4. Melaksanakan pembinaan struktur organisasi Resimen Mahasiswa Indonesia sebagai satu kesatuan yang utuh.
5. Bersama dengan mahasiswa lainnya membantu terwujudnya kehidupan kampus yang kondusif.
6. Membantu kelancaran pelaksanaan kegiatan dan program civitas akademika serta menumbuhkan dan meningkatkan sikap Bela Negara dikehidupan Perguruan Tinggi.
7. Membantu memotivasi masyarakat untuk ikut berpartisipasi secara aktif dalam pembangunan nasional dibidang kepemudaan dalam upaya penanggulangan penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda.
8. Membantu TNI/POLRI dalam pelaksanaan pembinaan pertahanan dan keamanan Nasional.
9. Menyampaikan saran dan pendapat kepada instansi terkait sesuai dengan tugas pokoknya.
BY Ryant


RESIMEN MAHASISWA SATUAN MANGGALA YUDHA

RESIMEN MAHASISWA
SATUAN MANGGALA YUDHA
KITA BUKAN MAHASISWA BIASA KARENA KAMI TERLATIH...
Setiap kampus biasanya memiliki resimen mahasiswa (menwa): salah satu unit kegiatan mahasiswa (UKM) yang menjadi sarana pengembangan diri, perluasan wawasan dan peningkatan keikutsertaan dalam bela negara.
Tujuan pembentukan menwa tentu mulia. Antara lain sebagai wadah penyaluran potensi mahasiswa untuk mewujudkan hak dan kewajiban warga negara dalam bela negara. Juga menyiapkan mahasiswa agar memiliki disiplin, pengetahuan, fisik dan mental yang prima.
Namun sebagian masyarakat, bahkan kalangan mahasiswa sendiri, kini punya pandangan miring dan negatif mengenai organisasi tersebut. Akibatnya, jumlah peminat tak sebanyak UKM lainnya. Mereka menganggap menwa hanya berisi kegiatan-kegiatan fisik yang melelahkan, yang malah memengaruhi konsentrasi belajar mahasiswa. Mereka menganggap menwa adalah ”militer mini” di kampus.
Padahal anggapan itu tidak benar. Menurut Komandan Menwa Satuan Manggala Yudha Universitas Mercubuana Yogyakarta , Eko Riyanto, "anggota menwa memang dituntut memiliki kesegaran jasmani yang baik, sehingga latihan fisik tetap harus dijalankan.”Tetapi itu tidak menghilangkan peran mereka sebagai kaum intelektual muda yang punya tugas menuntut ilmu di kampus. Jadi menwa tidak hanya berkutat pada kegiatan fisik, tapi juga kegiatan yang dapat mengasah kemampuan intelektual mahasiswa, karena keilmuan menwa tak akan di dapat di organisasi manapun, misal ajaran jiwa kepemimpinan, loyalitas, tanggung jawab serta berdedikasi tinggi, jadi kalu bekerja di manapun berada ilmu yang di dapat di menwa akan sangat bermanfaat sekali” kata mahasiswa jurusan Psikologi ini.
Banyak Manfaat
Ryant menambahkan, banyak manfaat yang dipetik anggota menwa. Misalnya, mempunyai kesempatan mengikuti pelatihan jiwa kepemimpinan, kedisiplinan, dan keterampilan untuk survive.Dia sependapat agar menwa tak terjebak dalam euforia kemiliteran, sehingga masyarakat dan mahasiswa sampai memiliki pandangan negatif tentang keberadaan organisasi ini. ”Ke depan kita ingin lebih eksis. Makin diterima masyarakat dan kalangan kampus sendiri. Namun, jati diri menwa jangan dipahami setengah-setengah,” tegasnya.
Suryadi,sebagai urusan diklat, menjelaskan awal mula pembentukan menwa di masa lalu. Yaitu menangkal paham komunis yang masuk melalui dunia kampus. ”Sekarang, sesuai perkembangan jaman, menwa dapat berperan sebagai stabilisator dan dinamisator bagi kehidupan internal kampus. dan Saat ini kita mendidik anggota agar memiliki kemampuan keprajuritan dan intelek apabila sudah lulus bisa melanjudkan ke jenjang perwira karier TNI yang notabene kita sudah terlatih bahkan di bidang manapun, jadi iktelektual dan ilmu menwa akan bisa diaplikasikan ke masyarakat maupun di kampus sendiri, misalnya kegiatan melatih LDKS osis yang bekerja sama sudah 6th, melatih satpam, latgab antar satuan dsb” kata mahasiswa asal Lampung ini.
Selain itu juga Aditya sebagai kepala Provost mahasiswa jurusan ekonomi angkatan 2013 ini pun juga menambahkan, bahwa Menwa manggala yudha juga memiliki banyak kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Misalnya Tim SAR, pengiriman relawan ke berbagi daerah dan sebagainya.
Menwa Perempuan
Sebagaimana di Polri dan TNI, rekrutmen anggota menwa tak hanya dikuasai kaum lelaki saja. Tidak sedikit perempuan yang berkiprah, dan menunjukkan prestasinya. Hal inilah yang mengilhami Aprilianii -mahasiswi manajemen UMBY- bergabung menjadi anggota menwa. ”Banyak pengalaman, wawasan, dan teman,” kata anggota itu. Pengalaman paling berharga adalah saat pendidikan awal penerimaan calon sungguh mengesankan.
Selain itu menurut Kasnoe syarief , mengikuti kegiatan menwa tidak akan menghilangkan sisi-sisi kewanitaan seseorang. Justru kepribadiannya akan ditempa, sehingga menjadi perempuan yang lebih kuat, tangguh, dan mandiri. Menurutnya menwa manggala yudha juga organisasi yang efektif karena di dalamnya ada keilmuan tali temali yang ada di mapala, kesehatan lapangan yang ada di KSR, beladili militer, tenaga dalam, juga kajian setiap malam 17jadi jasmani dan rohani masuk ,antara lain sebagai bentuk olahraganya dalam rangka menurunkan berat badanya sehingga agar tampak ideal bahkan sixpact“tegasnya

UNIVERSITAS MERCU BUANA YOGYAKARTA
by Dansat Ryant