MAHAKARTA

MAHAKARTA
Tampilkan postingan dengan label KOPRS MANGGALA YUDHA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KOPRS MANGGALA YUDHA. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 Januari 2015

7 cara menjadi PEMIMPIN YANG BAIK



Memimpin sebuah Organisasi baik besar maupun kecil bukanlah hal yang mudah. Ada banyak yang harus dipelajari dan dilakukan untuk menjadi pemimpin baik yang mampu membawa perusahaan menjadi sukses. Mencapai dan melebihi target dalam sebuah bisnis memang dinilai menjadi tolak ukur kesuksesan seorang pemimpin. Karena ketika itu terjadi, pemimpin tersebut dinilai mampu memimpin dengan benar dan tepat, sehingga mampu membawa bisnis mencapai sukses. Terlihat rumit dan berat saat difikir untuk dijalani. Tapi menjadi seorang pemimpin yang baik dan besar bukanlah hal yang sulit untuk dipelajari. Kita bisa melatih diri kita untuk menjadi pemimpin yang lebih baik dari sebelumnya. Ini dia caranya:

1. Jangan takut akan kegagalan besar

Untuk menjadi seorang pemimpin besar tidak ada yang berjalan tanpa satu hambatan sekecil apapun itu. Akan ada banyak rintangan dan tantangan yang harus dihadapi dan dilewati dengan kekuatan sebagai seorang pemimpin. Bukan tanpa alasan, karena ketika seorang pemimpin memiliki sikap kuat, tegar dan pantang menyerah terhadap apa yang dihadapinya, ini akan jelas berpengaruh terhadap perkembangan anak buah dan juga perusahaannya. Jangan takut akan suatu kegagalan, sekalipun itu termasuk kegagalan yang menurut kita besar. Saat kita mampu menghadapi dan bangkit, itulah saat dimana kita sudah melewati satu bagian untuk menjadi pemimpin yang lebih baik.

2. Usir keraguan terhadap diri sendiri

Ada kalanya seorang pemimpin merasa dirinya tidak bisa dan tidak berguna untuk anak buah dan perusahaannya. Meragukan diri sendiri akan secara perlahan menumbuhkan keraguan bahwa perusahaan akan mampu untuk tumbuh besar. Jangan ragukan sedikitpun kemampuan diri kita dalam memimpin suatu perusahaan atau seseorang. Saat ada mereka yang memilih kita untuk menjadi seorang pemimpin, maka itu prestasi yang patut kita banggakan. Usir keraguan terhadap diri sendiri dengan memuji apa yang telah kita capai, tapi ingat jangan terlalu berlebihan. Jadikan ini sebagai prestasi untuk diri sendiri, dan untuk menumbuhkan semangat terhadap diri sendiri.

3. Jangan puas dengan solusi standar

Untuk menjadi seorang pemimpin besar, kita dituntut untuk mampu menerima dan memberikan solusi yang terbaik atas apa yang sedang terjadi. Saat dalam diskusipun, jangan puas dengan solusi yang dirasa standar. Jika memang ada anak buah Anda yang memiliki solusi lebih baik, jangan malu untuk mengakuinya, dan jangan paksakan solusi yang standar itu untuk muncul dan mendominasi, karena Anda adalah seorang pemimpin. Menjadi bijaksana terhadap masalah dan solusinya, adalah salah satu kunci menjadi pemimpin yang baik.

4. Fokus pada hasil, bukan gaya

Hasil lebih diutamakan daripada hanya sebuah gaya dalam memimpin suatu perusahaan. Pastikan Anda dikenal oleh banyak orang karena hasil kepemimpinan Anda yang sangat baik, bukan hanya karena gaya kepemimpinan. Disini gaya dalam kepemimpinan memang terkesan mempengaruhi hasil dari apa yang dipimpin. Namun jangan biarkan hasil kepemimpinan Anda lebih buruk atau tidak terlihat hanya karena terlalu banyak gaya yang digunakan dalam memimpin.

5. Menjaga yang sudah terbentuk

Pastikan untuk lebih memantapkan diri menjadi seorang pemimpin yang baik, Anda harus mampu menjaga apa yang sudah terbentuk sebelumnya. Jangan mudah terpengaruh dengan arus yang membawa Anda merubah apa yang sudah ada. Lakukan dan pastikan setiap perubahan Anda lakukan untuk menuju menjadi yang lebih baik, bukan hanya dengan alasan mengikuti perkembangan zaman yang sedang trend. Ini akan menjadi buruk, saat Anda mudah tergoyah dan merusak segalanya.

6. Bagi seorang introvert, belajarlah bertindak sebagai ekstrovert

Entah apa yang Anda miliki, introvert ataupun ekstrovert, namun semua itu merupakan anugerah yang pasti Anda butuhkan untuk menjadi seorang pemimpin yang besar. Kita tahu bahwa introvert bukanlah tipe pemimpin yang dibayangkan oleh orang banyak, tapi dunia membuktikan bahwa banyak pemimpin besar yang berawal dari sebuah introvert. Nah, untuk kita yang merasakan diri sebagai seorang introvert, jangan berkecil hati. Kita bisa menjadi seorang pemimpin besar, salah satu caranya yaitu dengan kemampuan untuk bertindak seperti seorang ekstrovert. Mungkin terlihat seperti berpura – pura dan tidak menjadi diri sendiri. Tapi terkadang pura – pura diperlukan saat kita belajar untuk menjadi seorang pemimpin besar.

7. Tetap murah hati

Dan yang terakhir, yang paling penting. Tetaplah menjadi seorang yang murah hati. Jangan biarkan sebuah jabatan membuat kita lupa siapa diri kita sebelum ini. Pemimpin besar yang berhasil dan dihargai banyak orang adalah mereka yang sukses menguasai diri untuk tetap menjadi murah hati. Latih diri kita untuk tetap menjadi pemimpin yang rendah hati dan tidak terlalu berfikir untuk selalu diatas. Menjadi murah hati juga akan membawa kita untuk terus belajar dan belajar lebih baik dari sebelumnya
RED, manggala yudha



Jumat, 21 November 2014

SATMENWA UMBY






KOMANDO RESIMEN MAHASISWA
MAHAKARTa






SATUAN RESIMEN MAHASISWA
UNIVERSITAS MERCUBUANA YOGYAKARTA

Motto Menwa

WIDYA CASTRENA DHARMA SIDDHA

(Menyempurnakan ilmu pengetahuan dan ilmu keprajuritan)

(Menwa Indonesia)

PRAJNA VIRA DHARMA CEVANA

Memenuhi kewajiban sebagai pejuang dan pemikir
(Menwa Mahakarta)

Kita harus berpikir, berbicara dan bertindak yang terbaik...!!!
(Menwa UMBY)
Marinir KOmando.jpgMarkas komando : jalan wates km.10 yogyakarta 55753
Email : satmenwaumby@yahoo.com
Facebook: satmenwa umby
MERDEKA !!!!!!!!
Indonesia sebagai sebuah negara yang besar, dengan kekayaan alam yang sangat melimpah, posisi yang sangat strategis, saat ini telah kehilangan ke Indonesiaannya. Rakyatnya yang ramah tamah, santun, seolah hanya tinggal kenangan. Sangat ironis mengingat saat ini begitu banyak orang yang berjuang dengan mengatas-namakan rakyat. Akan tetapi pada akhirnya rakyatlah yang menjadi korban.
Maka kita sebagai generasi penerus bangsa harus menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi, nasionalisme, kebangsaan, solidaritas dan hak asasi manusia, untuk bersama-sama keluar dari krisis. Akan tetapi sayangnya nilai-nilai tersebut saat ini dijalankan secara sepotong-potong tergantung kebutuhan masing-masing pihak.
Fenomena lain yang cukup menarik juga telah terjadi menyangkut akan dihapusnya sebuah komponen bangsa yang peduli terhadap nilai-nilai luhur tersebut, yaitu Resimen Mahasiswa (Menwa). Dengan mengangkat isu-isu lama tentang Menwa, seperti budaya kekerasan, intel militer, anti demokrasi, lahir oleh SKB 3 Menteri (Mendiknas, Menhan, Mendagri), dan lain-lain. Di mana isu-isu tersebut muncul dari pihak-pihak yang tidak memahami Menwa secara keseluruhan. Mereka melihat bahwa Menwa identik dengan ABRI/TNI karena Menwa berseragam warna hijau maka serta-merta hal tersebut melekat pada diri Menwa. Dan perlu ditekankan bahwa Menwa lahir bukan karena SKB 3 Menteri, melainkan tumbuh dari kesadaran bela negara, nasionalisme dan kebangsaan dari mahasiswa. Menuntut pemerintah mengoptimalkan pembinaan generasi muda dengan menanamkan nilai nasionalisme dan kebangsaan.
Kepada seluruh rakyat Indonesia Resimen Mahasiswa Mahakarta menyerukan:
Bersama-sama membentuk oposisi obyektif baik secara individu maupun lembaga, yang selalu mengkritisi segala kebijakan pemerintah, dan selalu siap menjalankan bersama kebijakan tersebut disaat itu merupakan jalan keluar bagi kita untuk terlepas dari krisis yang menimpa bangsa Indonesia yang kita cintai bersama, Ibu Pertiwi ingin negeri ini tetap berdiri dengan gagah, tercapai kemakmuran bagi rakyatnya. Dan bekerja bersama adalah caranya, Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa merestuinya Amin.
Berdirinya Resimen Mahasiswa (Menwa) UMBY(dulu UNWAMA) di pelopori oleh sejumlah calon menwa berjumlah 28 orang yang mengikuti pendidikan Diksarmil (pendidikan dasar militer) di Rindam IV Diponegoro tepatnya di Depo Pendidikan latihan tempur Klaten. Pada tanggal 1 Maret 1988, sehingga pada tanggal 1 maret dijadikan sebagai HUT satuan Menwa Universitas Mercu Buana Yogyakarta.

·         Pendidikan dan peluang Menwa

·         Pendidikan dasar (merupakan pendidikan awal yang diperoleh guna membentuk jiwa resimen mahasiswa yang cinta tanah air)
Ø Pradiksar Menwa
Ø Latsar Menwa
·         Pendidikan berjenjang (Merupakan pendidikan lanjutan yang memberikan ilmu tentang pelaksanaan tugas/strategi dan kepemimpinan)
Ø Suskalak
Ø Suskapin

·         Pendidikan Pelengkap (Merupakan pendidikan pelengkap guna menambah pengalaman/wawasan sebagai seorang Menwa)
Ø SAR
Ø KDS
Ø Sandhi Yudha
Ø Lattapintri
Ø Susbalar
Ø Suspelat

·         Peluang Menwa

Ø  Beasiswa TNI

Ø  Sekolah pertama perwira karir(PA PK)

Ø  Komponen cadangan

·         Kegiatan Menwa

·         Latihan penyegaran (Latgar) meliputi :
Ø 



Penyegaran Fisik
Ø  Mountenering & pioneer
Ø  Teknik Militer Dasar
·         Kegiatan Universitas Meliputi :
Ø  Upacara bendera dan Hari besar Nasional
Ø  Bantuan Personil Pengamanan (Makrab, Ospek, Dies Natalis, Wisuda, dll.)
Ø  Bantuan Personil penunjang kegiatan kemahasiswaan
·         Kegiatan Keluar Meliputi :
Ø  Pengiriman Delegasi (Lomba, Seminar, Upacara, dll.)
Ø  Yudha Bhakti
Ø  Bantuan personil bencana alam (Operasi kemanusiaan)
Ø  Study Comparative
·         Kegiatan Lain Meliputi :
Ø  Bhakti Markas Komando
Ø  Kegiatan Kerohanian (Tasyakuran setiap tanggal 17)
Ø  Piket jaga Satuan
·         Kegiatan Beladiri Meliputi :
Ø  Judo/ Jujitsu
Ø 
BDM (Bela Diri Militer)
    Fasilitas Markas Menwa
o    Komputer + Printer
o    Internet
o    Televisi
o    Pesawat Komunikasi
o    Alat fitnes
o    Radio/Tape
o    Perpustakaan
o    Peralatan Mountenering, dll.
o    Mendapat brevet dan piagam Purna Yudha bagi anggota yang telah di Wisuda

·         Penutup
Dari beberapa uraian diatas semoga dapat membuka wacana para mahasiswa bahwa kemerdekaan tercapai karena masyarkatnya cinta terhadap tanah air Indonesia. Sehingga menjadi seorang Menwa memang tidaklah mudah namun juga tidak sesulit yang kita bayangkan, menjadi sosok seorang menwa memang diharapkan memiliki moral dan loyalitas yang tinggi. sehingga akan terbentuk mahasiswa yang berkarakter pemimpin dan memiliki keunggulan kompetitif (mental, emosional, dan fisik) yang tangguh.
·         Selain itu juga akan tercipta mahasiswa yang memilki nilai-nilai utama antara lain :
Ø  Loyalitas terhadap kohormatan bangsa
Ø  Melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya
Ø  Respek terhadap sesama
Ø  Terbiasa mengutamakan kepentingan bangsa dan negara diatas kepentingan pribadi
Ø  Kehormatan diri
Ø  Berintegritas
Ø  Sosok yang bijaksana dalam memandang segala hal.