MAHAKARTA

MAHAKARTA

Sabtu, 27 September 2014

RESIMEN MAHASISWA SATUAN MANGGALA YUDHA

RESIMEN MAHASISWA
SATUAN MANGGALA YUDHA
KITA BUKAN MAHASISWA BIASA KARENA KAMI TERLATIH...
Setiap kampus biasanya memiliki resimen mahasiswa (menwa): salah satu unit kegiatan mahasiswa (UKM) yang menjadi sarana pengembangan diri, perluasan wawasan dan peningkatan keikutsertaan dalam bela negara.
Tujuan pembentukan menwa tentu mulia. Antara lain sebagai wadah penyaluran potensi mahasiswa untuk mewujudkan hak dan kewajiban warga negara dalam bela negara. Juga menyiapkan mahasiswa agar memiliki disiplin, pengetahuan, fisik dan mental yang prima.
Namun sebagian masyarakat, bahkan kalangan mahasiswa sendiri, kini punya pandangan miring dan negatif mengenai organisasi tersebut. Akibatnya, jumlah peminat tak sebanyak UKM lainnya. Mereka menganggap menwa hanya berisi kegiatan-kegiatan fisik yang melelahkan, yang malah memengaruhi konsentrasi belajar mahasiswa. Mereka menganggap menwa adalah ”militer mini” di kampus.
Padahal anggapan itu tidak benar. Menurut Komandan Menwa Satuan Manggala Yudha Universitas Mercubuana Yogyakarta , Eko Riyanto, "anggota menwa memang dituntut memiliki kesegaran jasmani yang baik, sehingga latihan fisik tetap harus dijalankan.”Tetapi itu tidak menghilangkan peran mereka sebagai kaum intelektual muda yang punya tugas menuntut ilmu di kampus. Jadi menwa tidak hanya berkutat pada kegiatan fisik, tapi juga kegiatan yang dapat mengasah kemampuan intelektual mahasiswa, karena keilmuan menwa tak akan di dapat di organisasi manapun, misal ajaran jiwa kepemimpinan, loyalitas, tanggung jawab serta berdedikasi tinggi, jadi kalu bekerja di manapun berada ilmu yang di dapat di menwa akan sangat bermanfaat sekali” kata mahasiswa jurusan Psikologi ini.
Banyak Manfaat
Ryant menambahkan, banyak manfaat yang dipetik anggota menwa. Misalnya, mempunyai kesempatan mengikuti pelatihan jiwa kepemimpinan, kedisiplinan, dan keterampilan untuk survive.Dia sependapat agar menwa tak terjebak dalam euforia kemiliteran, sehingga masyarakat dan mahasiswa sampai memiliki pandangan negatif tentang keberadaan organisasi ini. ”Ke depan kita ingin lebih eksis. Makin diterima masyarakat dan kalangan kampus sendiri. Namun, jati diri menwa jangan dipahami setengah-setengah,” tegasnya.
Suryadi,sebagai urusan diklat, menjelaskan awal mula pembentukan menwa di masa lalu. Yaitu menangkal paham komunis yang masuk melalui dunia kampus. ”Sekarang, sesuai perkembangan jaman, menwa dapat berperan sebagai stabilisator dan dinamisator bagi kehidupan internal kampus. dan Saat ini kita mendidik anggota agar memiliki kemampuan keprajuritan dan intelek apabila sudah lulus bisa melanjudkan ke jenjang perwira karier TNI yang notabene kita sudah terlatih bahkan di bidang manapun, jadi iktelektual dan ilmu menwa akan bisa diaplikasikan ke masyarakat maupun di kampus sendiri, misalnya kegiatan melatih LDKS osis yang bekerja sama sudah 6th, melatih satpam, latgab antar satuan dsb” kata mahasiswa asal Lampung ini.
Selain itu juga Aditya sebagai kepala Provost mahasiswa jurusan ekonomi angkatan 2013 ini pun juga menambahkan, bahwa Menwa manggala yudha juga memiliki banyak kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Misalnya Tim SAR, pengiriman relawan ke berbagi daerah dan sebagainya.
Menwa Perempuan
Sebagaimana di Polri dan TNI, rekrutmen anggota menwa tak hanya dikuasai kaum lelaki saja. Tidak sedikit perempuan yang berkiprah, dan menunjukkan prestasinya. Hal inilah yang mengilhami Aprilianii -mahasiswi manajemen UMBY- bergabung menjadi anggota menwa. ”Banyak pengalaman, wawasan, dan teman,” kata anggota itu. Pengalaman paling berharga adalah saat pendidikan awal penerimaan calon sungguh mengesankan.
Selain itu menurut Kasnoe syarief , mengikuti kegiatan menwa tidak akan menghilangkan sisi-sisi kewanitaan seseorang. Justru kepribadiannya akan ditempa, sehingga menjadi perempuan yang lebih kuat, tangguh, dan mandiri. Menurutnya menwa manggala yudha juga organisasi yang efektif karena di dalamnya ada keilmuan tali temali yang ada di mapala, kesehatan lapangan yang ada di KSR, beladili militer, tenaga dalam, juga kajian setiap malam 17jadi jasmani dan rohani masuk ,antara lain sebagai bentuk olahraganya dalam rangka menurunkan berat badanya sehingga agar tampak ideal bahkan sixpact“tegasnya

UNIVERSITAS MERCU BUANA YOGYAKARTA
by Dansat Ryant